BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Kamis, 21 April 2022

Ternyata, Pemerintah Kalsel Menolak Kenaikan Harga Minyak Goreng


BANJARMASIN- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Syarifudin menyampaikan sudah lama dirinya menolak kenaikan harga BBM dan berharap minyak goreng kembali normal.

Bang Dhin menjelaskan, adanya komunikasi yang terputus antara pemerintah dan rakyat sehingga terjadi keresahan serta mahasiswa melakukan aksi.

"Perlu adanya penjelasan yang lengkap kepada rakyat sehingga masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi dan koordinasi antar stakeholder agar kelangkaan minyak goreng tidak terjadi," ungkap Bang Dhin, Rabu (20/4).

Sementara itu, orang nomor wahid di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK mengatakan, bahwa DPRD Provinsi Kalsel sebelumnya sudah melaksanakan rapat dengar pendapat dengan pihak terkait untuk membahas kenaikan minyak goreng dan isu lainnnya.

Dia menyebutkan, hal ini sesuai dengan tupoksi masing- masing. "Kewenangan kami adalah untuk mencari solusi. Karena itu, kami mengundang bapak ibu untuk membahas hal tersebut dan kami khawatir apabila hal ini tidak cepat diselesaikan maka akan menghambat pembangunan kita di Wilayah Provinsi Kalsel," bebernya.

Sekda Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar akan mengawasi apa saja yang sudah disusun.

"Kalau memang memungkinkan kita akan bentuk tim, supaya dalam distribusi bisa lancar," ujarnya.

"Kami akan selalu mengawasi dan mengontrol terkait penyaluran minyak goreng diseluruh daerah," lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ilman menyampaikan pihaknya telah melakukan beberapa upaya dengan melakukan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng. 

"Di Banjarmasin kami telah melakukan operasi pasar sebanyak 25 kali," tuturnya.

Kabid Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Fitridani membeberkan bahwa perkembangan per bulan April 2022 harga minyak goreng Rp19.150 ribu. permasalahannya dari produsen biaya pengiriman barang, dan juga terdapat kendala armada.

"Di Kalsel produsen minyak goreng ada 2 perusahaan yaitu dari PT. Smart dan PT. Oil, nilai kontraknya per bulan april 2500 ton, realisasi per 19 april terdapat 229,26 ton," jelasnya. (mi/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes