BREAKING NEWS

Rabu, 11 Februari 2026

101 Jemaah Calon Haji Barito Timur Ikuti Manasik Haji Nasional Secara Daring

TAMIANG LAYANG- Sebanyak 101 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Barito Timur mengikuti Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia, Rabu (11/2/2026). Kegiatan terpusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dan diikuti secara hybrid oleh jemaah dari seluruh Indonesia.

Di Barito Timur, kegiatan manasik diikuti secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula PLHUT. Turut hadir Kepala Kantor Kemenhaj Barito Timur, H Ahmad Fauzi, Kasubbag TU, serta jajaran staf.

Bimbingan manasik nasional tersebut dipandu langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan Yusuf. 

Dalam arahannya, Menhaj menegaskan, bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan bentuk penguatan peran negara dalam memberikan layanan yang lebih fokus dan terarah kepada jemaah.

"Pembentukan Kemenhaj adalah wujud kehadiran negara untuk melayani jemaah haji Indonesia secara lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Gus Irfan.

Ia menekankan, bahwa penyelenggaraan haji merupakan layanan publik yang harus menjamin keamanan, ketertiban, serta menjaga martabat jemaah sejak tahap persiapan hingga kembali ke tanah air.

Menurutnya, sejumlah program strategis tengah diperkuat, di antaranya penurunan biaya haji, pemerataan daftar tunggu secara lebih berkeadilan, serta optimalisasi peran haji dalam mendorong ekspor produk dalam negeri guna memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi. Selain itu, konsep Kampung Haji terus dikembangkan sebagai bagian dari layanan terintegrasi.

Kemenhaj juga menegaskan komitmen terhadap penyelenggaraan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan melalui penguatan pendampingan, perhatian terhadap kondisi kesehatan, serta perlindungan keamanan dan kenyamanan jemaah.

Dalam kesempatan itu, Menhaj mengingatkan pentingnya manasik sebagai bekal utama sebelum keberangkatan.

“Manasik haji menjadi ruang untuk menyiapkan pemahaman ibadah, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kebersamaan agar jemaah dapat menjalankan haji dengan tenang dan tertib,” katanya.

Ia juga menyinggung konsep istithaah yang mencakup kesiapan finansial, kesehatan, dan pemahaman syariat sebagai dasar kemampuan berhaji.

"Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan pemahaman yang dibangun sejak dini, karena haji adalah ibadah sakral dengan masa tunggu panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Barito Timur, H Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa manasik berjenjang dari tingkat kabupaten hingga nasional bertujuan memantapkan kesiapan jemaah secara menyeluruh.

"Manasik haji massal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan persiapan yang matang bagi para jemaah,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu sore.

Ia menambahkan, bimbingan manasik membantu jemaah memahami seluruh rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat, termasuk aspek teknis dan nilai spiritual dari setiap rukun dan sunnah haji.

Selain itu, ia mengingatkan jemaah agar mempersiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci.

"Jemaah harus membersihkan niat, fokus pada ibadah, dan menyiapkan diri untuk melaksanakan haji dengan ikhlas,” tandasnya. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes