PALANGKA RAYA- Klinik Pratama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya berhasil meraih akreditasi paripurna.
Capaian tersebut disyukuri melalui kegiatan syukuran yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, di Aula LPKA Kelas II Palangka Raya, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat administrator Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah serta seluruh jajaran LPKA Kelas II Palangka Raya.
Dalam sambutannya I Putu Murdiana, menyampaikan bahwa akreditasi paripurna merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh jajaran dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, aman, dan sesuai standar nasional di lingkungan pemasyarakatan.
"Akreditasi paripurna ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi bukti nyata komitmen dalam menjamin pemenuhan hak kesehatan anak binaan secara optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kualitas layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan, sekaligus indikator keberhasilan transformasi pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemenuhan hak asasi manusia.
Menurut I Putu Murdiana, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan inovasi layanan kesehatan, tidak hanya mempertahankan standar yang telah diraih, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
"Saya berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh UPT Pemasyarakatan di Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara petugas pemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait agar layanan klinik dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi anak binaan.
Ia menegaskan, bahwa keberhasilan Klinik Pratama LPKA Palangka Raya sejalan dengan kebijakan Ditjen Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan.
"Pelayanan kesehatan yang baik menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan, karena anak binaan yang sehat akan lebih siap mengikuti program pembinaan dan reintegrasi sosial,” pungkasnya. (zi/jp).














