MARABAHAN- Unit Pelaksana Irigasi (UPI) Barito menggelar koordinasi bersama pengamat dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) guna memperkuat sinergi serta menyerap aspirasi petani terkait pengelolaan irigasi.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (22/4/2026) itu diisi dengan diskusi usulan, survei kepuasan masyarakat, serta sesi penutup dan foto bersama.
Ketua UPI Barito, Dedi Madila, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan dengan mengunjungi enam kantor pengamat di wilayah kerja UPI Barito.
"Setiap aspirasi kami catat, baik terkait pembangunan tanggul, pengerukan saluran, maupun kebutuhan lainnya. Namun, keputusan akhir tetap berada pada instansi berwenang. Kami hanya memfasilitasi dan menyampaikan usulan tersebut,” ujar Dedi.
Dalam sesi diskusi, Pengamat DIR Handil Bhakti, H Imi, bersama anggota P3A dari sejumlah desa di Kecamatan Alalak dan Mandastana, mengungkapkan berbagai persoalan yang dihadapi petani. Salah satu isu utama adalah kerusakan infrastruktur jalan yang semakin parah.
Menurutnya, jalur transportasi air yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut hasil panen kini tidak lagi optimal akibat perubahan teknis pada sarana pengairan. Kondisi ini memaksa petani beralih ke jalur darat yang dinilai tidak layak.
"Harapan kami sederhana, akses jalan bisa diperbaiki. Saat ini banyak wilayah yang jalannya rusak, sementara jalur air juga tidak dapat dimanfaatkan seperti dulu,” kata H Imi.
Selain itu, pemangkasan anggaran pemeliharaan saluran irigasi turut menjadi sorotan. Volume pembersihan saluran yang sebelumnya mencapai sekitar 60 kilometer kini menurun menjadi sekitar 22 kilometer, bahkan sempat hanya 11,5 kilometer akibat kebijakan efisiensi.
Pengurangan anggaran tersebut juga berdampak pada jumlah tahap pemeliharaan yang berkurang dari empat tahap menjadi tiga, bahkan berpotensi menjadi dua tahap. Kondisi ini dikhawatirkan memperburuk lahan pertanian dan meningkatkan risiko lahan terbengkalai.
Para pengamat menilai kebutuhan pemeliharaan jaringan irigasi di wilayah tersebut mencapai ratusan kilometer. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pelaksanaannya.
UPI Barito berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi terkait dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada petani, khususnya dalam perbaikan infrastruktur dan pengelolaan irigasi. (lim/jp).




















