BANJARBARU- Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Provinsi Kalimantan Selatan pada pekan pertama Mei 2026 tercatat tetap stabil meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPH Kalsel bahkan mengalami penurunan sebesar 0,83 persen.
Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara daring dari Command Center Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Senin (11/5/2026).
"Pada minggu pertama Mei 2026, IPH di Kalsel cenderung stabil dan tidak ada kenaikan harga barang yang signifikan. Kalau pun ada kenaikan di beberapa komoditas, harganya masih terkendali dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Dinansyah.
Menurut dia, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain beras medium dan minyak goreng di Kabupaten Tapin dan Tanah Bumbu.
Rakor tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) hasil kerja sama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Peluncuran berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, dan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ketua KPK Setyo Budiyanto, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin melalui Dinansyah, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi pendidikan antikorupsi di daerah sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Pendidikan antikorupsi sejak dini penting untuk membentuk karakter anak-anak dan generasi muda agar terhindar dari praktik KKN,” katanya.
Dalam rakor inflasi, pemerintah daerah juga membahas perkembangan inflasi dan langkah pengendalian harga bahan pokok di daerah.
Berdasarkan data BPS Kalsel, inflasi year on year (yoy) April 2026 tercatat sebesar 3,67 persen akibat kenaikan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran.
Sementara itu, inflasi month to month (mtm) April 2026 terhadap Maret 2026 mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. Adapun inflasi year to date (ytd) hingga April 2026 tercatat sebesar 1,52 persen.
Sebelumnya, pada Rapat Koordinasi Lintas SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Kamis (7/5/2026), Gubernur H Muhidin meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan harga komoditas dan melaporkan secara berkala kondisi inflasi di daerah.
Rakor pengendalian inflasi turut dihadiri perwakilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalsel. (ran/ali/jp).
















