TAMIANG LAYANG- Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Barito Timur mengintensifkan pembinaan dan monitoring terhadap 8 orang pelaku usaha pembudidaya serta pengolah hasil perikanan. Langkah ini dilakukan untuk mengawal keberlanjutan usaha pascapenyaluran modal dari Program Ngume.
Sejauh ini, sebanyak 8 dari 16 pelaku UMKM perorangan binaan Diskannak Barito Timur telah menerima kucuran dana stimulan masing-masing sebesar Rp15 juta. Bantuan tersebut dialokasikan untuk memacu produktivitas sektor perikanan lokal.
Kepala Diskannak Barito Timur, Abianhin, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Sitti Vlorensi, menegaskan bahwa pengawasan pascabantuan menjadi fokus utama instansi. Hal ini demi memastikan modal yang dikucurkan dapat dikelola secara mandiri, tepat guna, dan berkelanjutan.
"Ada 16 orang pelaku usaha yang telah kami keluarkan rekomendasinya, namun cuma 8 orang yang memenuhi syarat dari pihak bank, sehingga 8 orang pelaku usaha itu saja yang keluar dana bantuan Program Ngume," ujar Sitti Vlorensi, Rabu (8/7/2026).
Sitti menjelaskan, monitoring rutin bertujuan untuk memetakan kendala lapangan sekaligus memberikan solusi teknis bagi para peternak dan pengolah ikan. Berdasarkan hasil evaluasi, perkembangan usaha dari delapan orang penerima manfaat tersebut menunjukkan tren positif.
"Kami rutin melakukan pembinaan dan monitoring kepada delapan pelaku usaha itu, dan rata-rata semua lancar cicilannya," kata Sitti.
Sitti optimistis, melalui pendampingan yang konsisten, program ini mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor perikanan di Barito Timur. (zi/jp).











