TAMIANG LAYANG- Penyuluh Perikanan Kabupaten Barito Timur (Bartim) mempertegas komitmennya dalam mengawal sektor perikanan daerah. Langkah ini diambil guna memastikan para pembudidaya ikan lokal mendapatkan pengawalan intensif demi mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan ekonomi mereka.
Penyuluh Perikanan Kabupaten Barito Timur, Pardiono, menyatakan bahwa kehadiran penyuluh di lapangan bukan sekadar pemanis atau formalitas. Lebih dari itu, mereka bertindak sebagai mitra strategis yang melekat pada setiap aktivitas kelompok pembudidaya.
"Secara umum, komitmen kami sebagai penyuluh adalah melakukan pendampingan sejak perencanaan sampai pasca-panen atau sampai pemasaran," ujar Pardiono di Tamiang Layang, Rabu (8/7/2026).
Pardiono menjelaskan, intervensi di tingkat hulu atau fase perencanaan sangat krusial. Pada tahap ini, penyuluh mengarahkan pembudidaya dalam pemilihan komoditas yang adaptif, efisiensi pakan, serta analisis potensi pasar agar hasil produksi tepat sasaran dan tidak mubazir.
Pendampingan tersebut terus bergulir ke fase pemeliharaan hingga memasuki hilirisasi, yaitu pasca-panen. Pengawalan ketat pada fase akhir ini bertujuan untuk menjaga kualitas mutu ikan agar tetap prima dan memiliki daya saing tinggi saat masuk ke pasar.
Melalui strategi pendampingan dari hulu ke hilir hingga rantai pemasaran ini, para pembudidaya diharapkan tidak lagi terkendala masalah serapan pasar. Sinergi ini ditargetkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian Bartim secara berkelanjutan. (zi/jp).











