BREAKING NEWS

Senin, 31 Agustus 2026

Karyawan PT BBP Gelar Aksi di Kejari Tabalong, Polres Kerahkan Ratusan Personel

TANJUNG- Sekitar 150 karyawan PT Bagas Bumi Persada (BBP) site PT MCM menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong, Senin (31/8/2026) pagi. Aksi tersebut mendapat pengamanan dari personel gabungan Polres Tabalong, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalsel, Kodim 1008 Tabalong, dan Dinas Perhubungan Tabalong.

Pengamanan aksi dipimpin langsung Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla. Sebelum menuju Kantor Kejari Tabalong, para pengunjuk rasa melakukan konvoi dari titik kumpul di Tanjung Bersinar Park, Kelurahan Mabuun, yang mendapat pengawalan Satuan Lalu Lintas Polres Tabalong.

Setibanya di Kantor Kejari Tabalong, para pengunjuk rasa diterima sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tabalong. Di antaranya Bupati Tabalong, Ir. H Muhammad Noor Rifani, S.H., S.T., M.T., Dandim 1008 Tabalong, Letkol Inf. Alexander Allan Primadi, S.E., Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalsel Kompol I Wayan Eka Wijaya, S.Sos., M.A.P., Ketua DPRD Tabalong H Riza Fahlipi, S.M., M.M., Kajari Tabalong Dr. Deni Wicaksono, S.H., M.H., Ketua Komisi I DPRD Tabalong H. Akhmad Helmi, S.H., serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong Hady Ismanto, S.Sos., M.AP.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J meminta massa menyampaikan aspirasi secara tertib dan menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

"Silakan sampaikan aspirasi dengan baik. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung,” ujar Kapolres.

Dalam aksi yang merupakan kali ketiga tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait hak-hak mereka yang belum dibayarkan perusahaan. Tuntutan utama meliputi pembayaran gaji dan tunjangan, pesangon, sisa kontrak kerja, serta denda keterlambatan pembayaran gaji.

Menurut keterangan dalam audiensi, pembayaran gaji karyawan terkendala perkara pertambangan yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Agung RI.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan audiensi di aula Kantor Kejari Tabalong. Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan karyawan bersama pihak terkait untuk membahas penyelesaian hak-hak para pekerja.

Dalam audiensi disampaikan bahwa Kejari Tabalong akan menjadi penghubung antara karyawan PT BBP dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Kejaksaan Agung RI.

Kejari Tabalong juga menyampaikan bahwa proses pelelangan batu bara direncanakan dilaksanakan pada September 2026. Pembayaran gaji karyawan akan dilakukan setelah proses pelelangan selesai.

Adapun total gaji karyawan PT BBP yang belum dibayarkan untuk periode Maret hingga Juli 2026 disebut mencapai Rp47.758.572.650.

Para karyawan menyatakan akan kembali melakukan aksi atau audiensi ke DPR RI, khususnya Komisi IX, apabila setelah aksi tersebut belum terdapat kepastian mengenai penyelesaian hak-hak mereka.

Sementara itu, sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi para pekerja, Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Bupati Tabalong menyatakan akan memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada karyawan PT BBP yang berdomisili di Kabupaten Tabalong.

Rangkaian kegiatan unjuk rasa dan audiensi tersebut berakhir pada siang hari dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. (fah/jp). 

Kasus ISPA di Barito Timur Meningkat, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap Karhutla

TAMIANG LAYANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah.

Kepala Dinkes Barito Timur, dr. Jimmi W.S Hutagalung, mengatakan paparan kabut asap tidak hanya berisiko mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan mata dan kulit.

"Paparan kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga berisiko mengganggu kesehatan mata dan kulit,” ujar dr. Jimmi kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp, Senin (31/8/2026).

Menurut dr. Jimmi, kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit kronis perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi akibat paparan asap.

Ia juga mengingatkan sejumlah dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan kabut asap, di antaranya gangguan pernapasan, mata, dan kulit.

Pada saluran pernapasan, paparan asap dapat memicu batuk, pilek, sesak napas, kekambuhan asma, bronkitis, hingga pneumonia. Sementara pada mata, asap dapat menyebabkan mata perih, berair, merah, dan gatal.

Paparan kabut asap juga dapat menimbulkan gangguan pada kulit, seperti kulit kering, gatal-gatal, dan iritasi.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Jimmi mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari olahraga di area terbuka ketika kondisi kabut asap memburuk.

Selain itu, masyarakat disarankan menutup rapat pintu dan jendela agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

Masyarakat juga diminta memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) secara berkala. Warga yang mengalami gejala seperti batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, atau iritasi mata berat diminta segera mendatangi puskesmas, pos kesehatan, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Jangan menunda penanganan medis agar kondisi tidak semakin memburuk,” imbau Jimmi.

Di sisi lain, Jimmi mengajak seluruh pihak menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas udara sekaligus mencegah dampak kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat. (zi/jp).

Kapolsek Dusun Timur Turun Langsung Peduli Relawan, Salurkan Bansos ke RMJ Damkar Matabu

TAMIANG LAYANG- Kepolisian Sektor (Polsek) Dusun Timur, Polres Barito Timur, menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada Relawan RMJ Damkar Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Senin (31/8/2026).

Bantuan tersebut diserahkan di Posko Relawan RMJ Damkar Desa Matabu. Kegiatan dipimpin Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, didampingi personel Polsek Dusun Timur serta Ibu Bhayangkari Polsek Dusun Timur.

Kegiatan bansos ini menjadi bentuk kepedulian Polsek Dusun Timur terhadap keberadaan relawan yang selama ini turut mendukung kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya melalui kegiatan pemadam kebakaran di wilayah Desa Matabu.

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu menunjang kebutuhan operasional Relawan RMJ Damkar Desa Matabu dalam melaksanakan aktivitas kemanusiaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Relawan RMJ Damkar Desa Matabu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolsek Dusun Timur beserta jajaran dan Ibu Bhayangkari atas perhatian serta bantuan yang diberikan.

Menurut para relawan, bantuan tersebut sangat berarti untuk mendukung kegiatan operasional, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menunjang pelaksanaan tugas relawan di lapangan.

Kapolsek Dusun Timur  IPDA Sulkhan Sururi, menyampaikan bahwa kepolisian tidak hanya menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap berbagai elemen yang berkontribusi bagi kepentingan bersama.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik serta semakin memperkuat sinergi antara Polri, relawan, dan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan dan silaturahmi bersama Relawan RMJ Damkar Desa Matabu. Kehadiran Polsek Dusun Timur di posko relawan diharapkan semakin mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Dusun Timur. (zi/jp). 

Kapolsek Dusun Timur Turun Langsung Bagikan 1.500 Masker, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap

TAMIANG LAYANG- Mengantisipasi dampak kabut asap akibat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau, Polsek Dusun Timur, Polres Barito Timur, bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur membagikan 1.500 masker gratis kepada masyarakat, Senin (31/8/2026).

Pembagian masker dipimpin langsung Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, di depan Mako Polsek Dusun Timur, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur. 

Personel Polsek Dusun Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur dan Bhayangkari turun langsung membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama apabila kualitas udara mulai terdampak kabut asap.

Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk membantu melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, khususnya memasuki musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kabut asap akibat karhutla,” kata IPDA Sulkhan.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan partikel dan asap ketika kondisi udara memburuk.

IPDA Sulkhan juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau indikasi karhutla.

Kegiatan pembagian masker mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menyambut baik langkah Polsek Dusun Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur yang dinilai membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus mewaspadai dampak kabut asap. (zi/jp). 

Minggu, 30 Agustus 2026

Tim Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Raih Juara II Domino Orado KNPI Cup 2026

TAMIANG LAYANG- Tim Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang meraih Juara II kategori OPD/Instansi Vertikal/OKP pada Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Kabupaten Barito Timur. Turnamen tersebut digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara, Tamiang Layang, Minggu (30/8/2026).

Tim Rutan Tamiang Layang yang diperkuat Rizky Adrian Nakalelo, S.H., dan Meidi Kristian berhasil melaju hingga babak final setelah melewati sejumlah pertandingan dalam turnamen yang diikuti peserta dari berbagai kalangan.

Pada laga final yang berlangsung pukul 16.00 WIB, Tim Rutan Tamiang Layang berhadapan dengan Tim Pengadilan Agama. Meski telah tampil maksimal, tim Rutan harus puas menempati posisi kedua dan membawa pulang gelar Juara II pada kategori OPD/Instansi Vertikal/OKP.

Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 dibuka pada Jum'at (28/8/2026). Berdasarkan data panitia, sebanyak 88 tim atau 264 peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut. Peserta terbagi dalam kategori umum serta kategori OPD, instansi vertikal, OKP, dan organisasi.

Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, mengapresiasi capaian yang diraih para pegawainya. Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan semangat dan kekompakan pegawai Rutan dalam mengikuti kegiatan di tengah masyarakat.

"Prestasi ini merupakan hasil dari semangat, kekompakan, dan sportivitas yang ditunjukkan oleh para pegawai. Kami mengapresiasi capaian ini dan berharap semangat kebersamaan serta sinergitas antarinstansi dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan positif,” ujar Agung.

Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi wadah silaturahmi dan interaksi antarpeserta dari berbagai instansi dan organisasi di Kabupaten Barito Timur.

Capaian Juara II ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pegawai Rutan Kelas IIB Tamiang Layang untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan positif, sekaligus memperkuat hubungan dan sinergi dengan pemerintah daerah, instansi lain, organisasi, serta masyarakat. (zi/jp). 

Semarak Harlah Kejaksaan RI, Kejari Batola Gelar Senam Sehat dan Layanan Gratis untuk Masyarakat

MARABAHAN- Memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala menggelar Senam Sehat Bersama Masyarakat Barito Kuala di Lapangan 5 Desember, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut tidak hanya diisi dengan senam sehat. Masyarakat juga mendapat akses berbagai layanan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial donor darah. Panitia turut menyediakan undian berhadiah bagi peserta.

Sejak kegiatan dimulai pukul 06.30 Wita, antusiasme masyarakat terlihat dalam mengikuti rangkaian acara. Suasana semakin meriah saat panitia membagikan berbagai hadiah kepada peserta.

Kepala Kejari Barito Kuala, Dr. Andrianto Budi Santoso, S.H., M.H., CSS., membuka langsung kegiatan tersebut.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Barito Kuala turut hadir, di antaranya Dandim 1005 Barito Kuala, perwakilan Kapolres Batola melalui Kasatreskrim, perwakilan Ketua DPRD Batola melalui Sekretaris Dewan (Setwan), Ketua Pengadilan Negeri (KPN), Danyon, Penjabat (Pj) Sekda Batola, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, serta Kepala Desa Penghulu.

Kepala Kejari Barito Kuala, Andrianto Budi Santoso, mengatakan momentum Hari Lahir Kejaksaan RI menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan institusi kejaksaan dengan masyarakat.

Selain mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat kedekatan antara Kejari Barito Kuala dan masyarakat.

Melalui kegiatan sosial dan olahraga bersama tersebut, Kejari Barito Kuala menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (dsk/ali/jp). 

Bupati Barito Utara Turun Langsung Padamkan Karhutla di Desa Trahean

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (30/8/2026). Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, S.T., M.T., turun langsung ke lokasi dan turut memadamkan api bersama tim gabungan.

Penanganan karhutla tersebut melibatkan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Barito Utara, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) Trahean dan KPHP, Kodim 1013/Babinsa, Polres Barito Utara, Polsek Teweh Selatan, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Trahean, serta masyarakat setempat.

Kebakaran diketahui setelah adanya laporan warga melalui WhatsApp. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusdalops PB BPBD Barito Utara segera menuju lokasi bersama unsur terkait dengan membawa peralatan pemadaman, antara lain mesin pompa portabel, selang dan nozzle, serta mobil suplai air.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin bersama Sekretaris Daerah Muhlis dan jajaran tiba di lokasi. Selain meninjau penanganan, Bupati turut bahu-membahu bersama petugas dan masyarakat untuk memadamkan api.

Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada pukul 17.40 WIB. Kebakaran tersebut terjadi di lahan gambut dengan luas sekitar 0,5 hektare.

Bupati Barito Utara, H Shalahuddin menegaskan, pentingnya respons cepat dalam menangani setiap laporan karhutla agar api tidak meluas.

"Kita harus bergerak cepat ketika ada laporan kebakaran. Jangan sampai api yang awalnya kecil meluas dan sulit dikendalikan. Sinergi seluruh pihak sangat penting, dan saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan,” ujar H Shalahuddin.

Bupati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas atau pihak berwenang.

Respons cepat dan keterlibatan seluruh unsur di lapangan diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Darurat karhutla. Segera laporkan titik api kepada petugas terdekat agar dapat ditangani sebelum meluas. (emca/jp). 

Camat Pematang Karau Tekankan Keselamatan dan Pelestarian Budaya di Festival Nange Raren

TAMIANG LAYANG- Camat Pematang Karau, Setia Murni, S.IP., M.M, menekankan pentingnya keselamatan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pelaksanaan Festival Nange Raren di Tepian Sungai Raren, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur.

Hal itu diungkapkan Camat Setia Murni usai pembukaan Festival Nange Raren di Tepian Sungai Raren, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Minggu (30/8/2026). 

Festival Nange Raren resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku. Pembukaan turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kades Bambulung beserta aparat desa, masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Setia Murni mengapresiasi panitia pelaksana dan Pemerintah Desa Bambulung yang telah berupaya menyelenggarakan festival sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal masyarakat.

"Terima kasih atas kerja keras panitia pelaksana dan pemerintah desa yang telah berupaya melestarikan budaya yang ada,” ujar Setia Murni. 

Menurutnya, keselamatan harus menjadi perhatian utama selama seluruh rangkaian kegiatan festival berlangsung. Ia meminta panitia dan tim keamanan memperketat pengawasan, khususnya terhadap pengunjung yang berada di tepian sungai, jembatan, serta area panggung yang berada di sekitar Sungai Raren.

Selain aspek keselamatan, Setia Murni mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Raren. Ia menilai keberadaan sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Desa Bambulung sehingga kelestariannya perlu menjadi tanggung jawab bersama.

"Jaga kebersihan sungai karena sungai merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat Bambulung,” katanya.

Setia Murni juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat kondisi yang rawan terjadi kebakaran.

Festival yang digelar di kawasan Sungai Raren tersebut menjadi wadah pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan olahraga tradisional. 

Setia Murni berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya, keselamatan, dan lingkungan di sekitar Sungai Raren. (zi/jp). 

Pria di Banjarmasin Diamankan Usai Diduga Lakukan Pelecehan terhadap Anak

BANJARMASIN- Seorang pria berinisial IK (42), warga Pekapuran Raya, diamankan Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah setelah diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun.

IK diamankan polisi pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Peristiwa tersebut terjadi di area parkiran Kamboja, Jalan H Anang Adenansi, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polresta Banjarmasin, IPDA Adi Harry Sucahyo, S.H., mengatakan kejadian bermula saat korban bersama ibunya tengah berjalan-jalan di kawasan tersebut.

IK yang berada di belakang korban diduga memegang bagian bokong korban. Tindakan tersebut kemudian ditegur oleh ibu korban.

Alih-alih meminta maaf, IK justru disebut mengamuk sehingga menarik perhatian warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Banjarmasin Tengah.

"Petugas yang menerima laporan langsung bergerak dan mengamankan IK ke Polsek Banjarmasin Tengah," kata IPDA Adi Harry Sucahyo, di Banjarmasin, Minggu (30/8/2026).

Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum setelah pihak keluarga korban memilih menyelesaikan persoalan secara damai.

"Sesuai permintaan ibu korban, kita lakukan pembinaan dan harapannya ke depan tidak terulang kembali," jelasnya.

IPDA Adi juga mengapresiasi respons warga yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Menurutnya, partisipasi masyarakat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada kepolisian apabila melihat atau mengalami gangguan kamtibmas.

"Tentunya ini sejalan dengan Commander’s Wish Kapolresta Banjarmasin, 'Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan'. Kami selalu siap hadir untuk masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif," pungkasnya. (fah/jp). 

Sekda Barito Timur Tegaskan Festival Nange Raren Bukan Sekadar Hiburan, Sungai Raren Jadi Panggung Budaya

TAMIANG LAYANG- Tepian Sungai Raren di Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, berubah menjadi panggung budaya dan olahraga tradisional saat Festival Nange Raren resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku.

Dalam sambutannya Sekda Barito Timur, Misnohartaku mengapresiasi panitia pelaksana, Pemerintah Desa Bambulung, Pemerintah Kecamatan Pematang Karau, serta masyarakat yang berinisiatif menggelar kegiatan tersebut.

Menurut Misnohartaku, Festival Nange Raren bukan sekadar ajang hiburan dan perlombaan. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mengangkat potensi Sungai Raren yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Desa Bambulung.

"Sungai Raren tidak hanya menjadi bentangan alam, tetapi juga urat nadi kehidupan, sumber penghidupan, serta bagian dari sejarah dan peradaban masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bahwa penyelenggaraan pertunjukan seni, permainan rakyat, dan olahraga tradisional di atas serta di sekitar aliran Sungai Raren memberikan daya tarik tersendiri. Festival tersebut sekaligus diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya lokal.

"Aliran Sungai Raren disulap menjadi panggung untuk melestarikan warisan leluhur,” katanya.

Selain budaya, Misnohartaku menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengajak masyarakat menjadikan Festival Nange Raren sebagai momentum untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai.

Karena sebagian rangkaian kegiatan berlangsung di kawasan perairan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Misnohartaku meminta seluruh peserta dan masyarakat mematuhi ketentuan teknis serta arahan keselamatan yang ditetapkan panitia.

"Kemeriahan acara harus berjalan beriringan dengan rasa aman,” tegasnya.

Para peserta diingatkan menggunakan perlengkapan keselamatan perairan, seperti jaket pelampung atau life vest, sesuai ketentuan perlombaan. Peserta juga diminta memastikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum mengikuti pertandingan.

Sementara bagi masyarakat dan penonton, Misnohartaku mengimbau agar tetap berada di area yang telah ditentukan dan tidak berdesak-desakan di tepian sungai, jembatan, maupun rakit sementara yang memiliki batas kapasitas.

Pengawasan terhadap anak-anak juga menjadi perhatian. Orang tua dan orang dewasa diminta memastikan anak-anak tidak bermain di dekat bibir sungai tanpa pendampingan.

Kepada panitia dan tim penyelamat, ia meminta kesiapsiagaan tim medis, petugas water rescue, serta armada pertolongan, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan sepanjang jalur kegiatan.

Selain mengedepankan keselamatan, Misnohartaku mengajak seluruh peserta menjadikan festival sebagai wadah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat kebersamaan.

Ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

"Semoga Sungai Raren terus mengalirkan keberkahan, semangat kebersamaan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Desa Bambulung dan Kabupaten Barito Timur,” harapnya.

Sejumlah pejabat dan tamu undangan turut hadir, di antaranya kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Camat Pematang Karau, serta undangan lainnya. (zi/jp). 

Perkuat Integritas dan Kinerja Layanan, Kankemenhaj Bartim Ikuti Pembinaan ASN di Palangka Raya

PALANGKA RAYA- Jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Barito Timur (Bartim) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenhaj Bartim, H Ahmad Fauzi, mengikuti kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah. 

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jum'at–Minggu (28–30/8/2026), bertempat di Best Western Batang Garing Hotel, Palangka Raya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Kalimantan Tengah, Hasan Basri. Pembinaan ini dirancang untuk meningkatkan kinerja, integritas, akuntabilitas, kedisiplinan, serta profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan publik, khususnya bagi jemaah haji dan umrah.

Pada hari pertama, Jum'at (28/8/2026), peserta mengikuti sesi pemaparan materi secara daring dari Karo Organisasi dan SDM Setjen Kemenhaj RI, Muhammad Arif, yang membawakan topik "Mewujudkan ASN Kementerian Haji dan Umrah yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas".

Rangkaian agenda dilanjutkan pada Sabtu (29/8/2026) dengan pemaparan langsung oleh Kabag Pengelolaan Hasil Pengawasan & Dumas Itjen Kemenhaj RI, Khalilurrahman. Ia menekankan pentingnya tertib administrasi keuangan serta mengawal sosialisasi pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG).

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan materi terkait penguatan kapasitas SDM, pembangunan SDM unggul melalui talent management, hingga strategi mewujudkan Zona Integritas (ZI) menuju pelayanan prima yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan hari kedua ditutup dengan Penandatanganan Komitmen Bersama oleh Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah.

Kepala Kemenhaj Barito Timur, H Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa keikutsertaan jajarannya dalam pembinaan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan kedisiplinan pegawai di wilayah Barito Timur.

"Pelayanan haji dan umrah yang baik dan bermutu berawal dari ASN yang berintegritas, profesional, dan siap melayani. Momentum pembinaan ini kami jadikan pijakan untuk terus meningkatkan mutu layanan kepada jemaah maupun masyarakat luas di Kabupaten Barito Timur," ujar H Ahmad Fauzi.

Rangkaian kegiatan pesmi ditutup pada Minggu (30/8/2026). (zi/jp). 

Polsek Dusun Tengah Tindak Cepat Kebakaran Lahan di Sumber Garunggung, Api Padam

TAMIANG LAYANG- Personel Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur, bergerak cepat menindaklanjuti laporan kebakaran lahan milik warga di Desa Sumber Garunggung, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Minggu (30/8/2026).

Penanganan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB dengan mengerahkan empat personel menggunakan satu unit kendaraan roda empat. Personel menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 50 menit hingga tiba di lokasi kebakaran yang berada di area lahan tebangan masyarakat.

Setibanya di lokasi, personel Polsek Dusun Tengah bersama Bhabinkamtibmas Desa Sumber Garunggung langsung melakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan lagi api maupun asap di lokasi sehingga kondisi dinyatakan aman.

Lahan yang terbakar diperkirakan seluas sekitar satu hektare. Area tersebut merupakan lahan tebangan masyarakat, sedangkan pemilik lahan belum diketahui.

Selain memastikan api telah padam, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M., mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti setiap laporan terkait kebakaran lahan guna mencegah api kembali muncul dan meluas.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun informasi mengenai titik api harus segera dilaporkan sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujar Stefanus.

Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lahan yang mudah terbakar serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api atau kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Hasil pengecekan terakhir menunjukkan kondisi lokasi kebakaran di Desa Sumber Garunggung dalam keadaan aman. Tidak ditemukan lagi api maupun asap di area tersebut. (zi/jp). 

Maulid 1448 H, Pemkab Seruyan Salurkan Santunan Duafa dan Donasi Korban Kebakaran

KUALA PEMBUANG- Pemerintah Kabupaten Seruyan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkai dengan penyaluran santunan kepada kaum duafa dan penggalangan donasi bagi korban kebakaran di Kampung Kumai. Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wakil Bupati Seruyan, Minggu (30/8/2026).

Peringatan Maulid dihadiri Wakil Bupati Seruyan, H Supian, jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab Seruyan, Ketua GOW Seruyan, Hj Norhayati Supian, tokoh agama, serta ratusan jemaah dan anggota majelis taklim.

Selain ceramah agama, kegiatan diisi dengan penyerahan santunan bagi kaum duafa, penggalangan donasi untuk korban kebakaran Kampung Kumai, dan doa bersama. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Seruyan, H Supian mengatakan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

"Mudah-mudahan Maulid ini tidak hanya rutinitas tahunan. Semoga memberi manfaat bagi kita, anak cucu, daerah, bangsa dan negara. Momentum ini menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW, memotivasi mengikuti sunnah beliau, dan meningkatkan iman kepada Allah SWT,” kata H Supian.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan organisasi kemasyarakatan, organisasi wanita, dan majelis taklim yang aktif dalam kegiatan keagamaan di Kabupaten Seruyan.

Menurut H Supian, kebersamaan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun Seruyan menjadi daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera.

H Supian turut mendorong agar tradisi memperingati Maulid Nabi terus digelorakan di berbagai lingkungan, mulai dari majelis taklim, sekolah tingkat SD hingga SMA, madrasah, hingga rumah-rumah warga.

"Semoga kegiatan seperti ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sehingga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, kelancaran pembangunan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Seruyan. (gan/jp). 

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Barito Utara Gelar Salat Istisqa dan Ajak Warga Cegah Karhutla

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar salat istisqa di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Minggu (30/8/2026), sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah tersebut.

Salat istisqa diikuti Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, serta masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, mengajak masyarakat menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istigfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan.

Selain mengajak masyarakat berdoa, Shalahuddin mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

Menurutnya, kekeringan berkepanjangan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kegiatan pendidikan apabila kebakaran meluas.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diingatkan tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di kawasan yang kering dan mudah terbakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Jangan sampai kelalaian kita memicu kebakaran yang kemudian meluas dan merugikan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla,” pesan Bupati H Shalahuddin. 

Bupati juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas atau pihak berwenang apabila menemukan asap maupun titik api. Pelaporan secara cepat dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.

Bupati berharap ikhtiar lahir dan batin tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi musim kemarau sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. (emca/jp). 

Sabtu, 29 Agustus 2026

Ribuan Jemaah Padati Maulid Nabi 1448 H di Masjid Agung Nurul Yaqin, Wabup Seruyan Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah

KUALA PEMBUANG- Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Nurul Yaqin, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Sabtu (29/8/2026) malam.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Agung Nurul Yaqin tersebut dihadiri Wakil Bupati Seruyan, H Supian, jajaran Forkopimda, pejabat daerah, tokoh agama, pengurus masjid, serta ribuan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema, “Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Mari Kita Teladani Akhlak Rasulullah SAW dan Menjaga Aqidah serta Ukhuwah Islamiyah”.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Seruyan, H Supian, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda yang tengah menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.

Menurut H Supian, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya dimaknai sebatas agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

"Peringatan Maulid bukan sekadar agenda rutin. Ini momentum memupuk cinta kepada Rasulullah SAW, meneladani uswatun hasanah, dan memperkuat iman kepada Allah SWT,” tegas H Supian.

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Prof. Dr. K.H. Awaludin Pimay, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengajak jemaah meneladani sifat dan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam ucapan dan perbuatan, sikap tawadhu atau rendah hati, sifat pemurah dan amanah, serta akhlak karimah seperti pemaaf, menghormati sesama, dan tetap berbuat baik meskipun mendapat perlakuan tidak baik.

K.H. Awaludin juga mengingatkan bahwa kesalehan tidak cukup hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi harus tercermin dalam kepedulian dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.

"Jangan hanya menjadi pribadi baik lewat ibadah ritual. Jadilah khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Selain tausiyah, jemaah mengikuti doa bersama untuk memohon keselamatan, keharmonisan, serta kesejahteraan masyarakat dan Kabupaten Seruyan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat keimanan, menjaga aqidah, serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Seruyan. (gan/jp). 

Satu Jam Berjibaku, Tim Gabungan Padamkan Karhutla 4 Hektare di Baruyan

TAMIANG LAYANG- Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Dusun Tengah, pemadam kebakaran (Damkar), relawan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran lahan perkebunan warga seluas sekitar 4 hektare di Desa Baruyan, RT. 03, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (29/8/2026).

Pemadaman berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 13.00 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap sisa asap untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Penanganan dilakukan setelah personel menerima informasi adanya kebakaran lahan. Lokasi kejadian berjarak sekitar 20 kilometer dari Polsek Dusun Tengah, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur darat.

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Sebanyak 4 personel Polri, 4 personel Damkar Paku, 15 relawan Komsar, 10 personel Pemerintah Desa Baruyan, 15 warga, serta Camat Raren Batuah bersama staf terlibat dalam penanganan tersebut.

Tim berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar lahan hingga akhirnya api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi karena masih ditemukan sisa asap.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare. Lahan tersebut berupa kebun karet yang tidak terurus dan dipenuhi semak belukar. Hingga penanganan selesai, pemilik lahan belum diketahui.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kecepatan respons dan sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Begitu mendapatkan informasi adanya kebakaran lahan, personel bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dan berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan. Setelah api padam, personel tetap melakukan pemantauan terhadap sisa asap untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujar Stefanus.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, lahan yang kering dan dipenuhi semak belukar dapat membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian maupun petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat sebelum api meluas,” tegasnya.

Berkat sinergi Polri, Damkar, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat, kebakaran lahan di Desa Baruyan berhasil dipadamkan. Kondisi di lokasi terpantau aman dan kondusif, sementara pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (zi/jp). 

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Tabalong, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

TANJUNG- Kebakaran hebat melanda kawasan perbatasan Kelurahan Belimbing dan Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Sabtu (29/8/2026) sore. Sebanyak 11 rumah warga hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 Wita tersebut.

Di Kelurahan Belimbing, tepatnya di Jalan Patmaraga RT. 13, api menghanguskan empat rumah dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 90 persen. Keempat rumah tersebut masing-masing milik Ema Mahadiana, Hamkani, Abdurrahman, dan Armasyah.

Api kemudian merembet ke wilayah Desa Kapar RT 07 dan membakar tujuh rumah milik Sumadi, Sarwo Bangun, Abdul Said, H. Supriyanto, Slamat Purnomo, Yatinem, dan Sutiman.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

"Sebagian besar bangunan rumah terbuat dari material kayu. Kondisi udara yang cukup kering dan tiupan angin yang kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya,” jelasnya.

Puluhan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Petugas bersama warga berjibaku melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar.

Untuk memastikan penyebab kebakaran, Unit Inafis Satreskrim Polres Tabalong melakukan penyelidikan di lokasi. Proses penyelidikan tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tabalong, AKP Danang Eko Prasetyo, S.Sos., M.M.

Polres Tabalong mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta memastikan instalasi listrik, kompor, dan sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan Polisi 110 atau mendatangi kantor polsek terdekat. (fah/jp). 

GOW Batola Perkuat Kebersamaan Organisasi Wanita Lewat Senam Sehat

MARABAHAN- Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar Senam Sehat Bersama di halaman Pendopo Wakil Bupati Batola, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergi antarorganisasi wanita sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.

Ketua GOW Kabupaten Barito Kuala, Ny. Indah Kartini Susilo, memimpin langsung kegiatan yang diikuti jajaran pengurus GOW serta anggota Club Senam Sehat Ceria (SSC) Barito Kuala.

Suasana kegiatan berlangsung semarak. Para peserta mengikuti rangkaian senam bersama dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut juga diramaikan pembagian berbagai doorprize yang disponsori Bank Kalsel dan GOW Batola.

Selain menjaga kebugaran jasmani, kegiatan senam bersama menjadi ruang bagi organisasi-organisasi wanita di Barito Kuala untuk memperkuat komunikasi, silaturahmi, dan koordinasi. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Ketua GOW Batola, Ny. Indah Kartini Susilo, mengatakan keterlibatan berbagai organisasi wanita dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen untuk membangun kebersamaan dan memperkuat kolaborasi.

Menurutnya, kegiatan bersama tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga membuka ruang interaksi antaranggota organisasi wanita sehingga hubungan dan koordinasi dapat terus terjalin dengan baik.

Senam sehat tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mengajak organisasi wanita membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten.

Melalui kebersamaan dan kolaborasi yang terus diperkuat, GOW Batola berharap organisasi-organisasi wanita dapat semakin aktif berkontribusi dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya. (dsk/ali/jp). 

Festival Nikep IV di Lalap Resmi Dibuka, Tradisi Dayak Maanyan Didorong Jadi Ikon Budaya dan Wisata Bartim

TAMIANG LAYANG- Festival Nikep IV Tahun 2026 resmi dibuka di Desa Lalap, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (29/8/2026). Pembukaan festival dilakukan Sekretaris Daerah Barito Timur, Misnohartaku mewakili Bupati Barito Timur M. Yamin.

Festival Nikep tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi upaya melestarikan tradisi leluhur masyarakat Dayak Maanyan sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap adat, seni, dan budaya daerah.

Dalam sambutan Bupati Barito Timur, M. Yamin yang dibacakan Misnohartaku, disampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Desa Lalap, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Festival Nikep IV.

"Festival Nikep bukan hanya sekadar kegiatan hiburan dan perayaan masyarakat. Lebih dari itu, festival ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya kita bersama dalam melestarikan adat istiadat, seni, budaya, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur,” ujar Misnohartaku. 

Nikep merupakan tradisi menangkap ikan secara tradisional yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Dayak Maanyan. Tradisi ini menggunakan peralatan sederhana berupa anyaman rotan yang disebut ansiding, dengan memanfaatkan kondisi perairan setempat pada musim kemarau.

Bagi masyarakat Dayak Maanyan, Nikep bukan sekadar aktivitas mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Tradisi tersebut juga mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, kearifan lokal, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Karena itu, Festival Nikep dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Misnohartaku juga mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam pelestarian budaya daerah.

"Jangan sampai generasi kita hanya menjadi penonton terhadap kebudayaannya sendiri,” tegasnya.

Generasi muda didorong mempelajari sejarah, mengenal adat istiadat, melestarikan bahasa daerah, mendukung seni tradisional, serta menggali potensi budaya yang ada di Barito Timur.

Menurut Misnohartaku, pelestarian budaya tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Teknologi digital justru dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Barito Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

Tradisi lokal juga dapat dikemas secara kreatif melalui platform digital sehingga lebih mudah diterima generasi muda sekaligus menarik minat masyarakat dari luar daerah.

Selain menjaga tradisi, Festival Nikep IV diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Barito Timur memiliki beragam kekayaan adat, seni, budaya, tradisi, dan potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai aset daerah. Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyatakan terus mendukung kegiatan pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi kreatif.

Kehadiran peserta dan pengunjung selama festival diharapkan memberi peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin, pelaku seni, dan masyarakat setempat untuk memperkenalkan serta memasarkan produk unggulan daerah.

Dengan demikian, budaya dan pariwisata tidak hanya menjadi warisan yang dibanggakan, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Misnohartaku berharap Festival Nikep tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus berkembang menjadi salah satu ikon budaya dan wisata daerah.

Festival tersebut diharapkan mampu mempertemukan pelestarian tradisi, keterlibatan generasi muda, pengembangan pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Misnohartaku menyampaikan apresiasi kepada sponsor dan donatur, Karang Taruna Kabupaten Barito Timur, Pemerintah Desa Lalap, BPD Desa Lalap, Karang Taruna Desa Lalap, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Lalap, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, insan pers, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Festival Nikep IV.

"Mari kita jadikan Festival Nikep IV Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan kita terhadap budaya dan daerah Kabupaten Barito Timur,” pesannya.

Misnohartaku berharap seluruh rangkaian Festival Nikep IV Tahun 2026 berjalan lancar, aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari Desa Lalap, tradisi Nikep kembali diangkat sebagai warisan budaya yang tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga memiliki nilai penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus dikembangkan sebagai potensi wisata dan ekonomi kreatif Barito Timur. (zi/jp).

Gerak Cepat, Bhabinkamtibmas dan Warga Kendalikan Karhutla di Desa Dayu

TAMIANG LAYANG- Respons cepat Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, relawan, petugas pemadam kebakaran (Damkar), dan masyarakat berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah RT. 05, Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (29/8/2026).

Penanganan kebakaran dimulai sekitar pukul 17.50 WIB setelah Bhabinkamtibmas Desa Dayu, Briptu Sabtu Harvi Hendrawan, menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran lahan.

Bersama Babinsa Desa Dayu, Relawan Desa Dayu, serta petugas Damkar Tamiang Layang, Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Setibanya di lokasi, tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman guna mencegah api merembet ke area lain. Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dikendalikan.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 0,25 hektare. Tidak disebutkan adanya korban dalam peristiwa tersebut.

Selain melakukan pemadaman, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan berpotensi membuat api cepat meluas.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengapresiasi respons cepat personel kepolisian bersama unsur terkait dan masyarakat dalam menangani laporan karhutla.

"Begitu menerima laporan masyarakat, personel bersama Babinsa, relawan dan petugas pemadam kebakaran segera bergerak ke lokasi. Sinergi seperti ini sangat penting untuk mempercepat penanganan sehingga api tidak meluas dan dapat segera dikendalikan,” ujar Stefanus.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena api dapat menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Kerja sama antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, relawan, petugas Damkar, dan masyarakat membuat kebakaran lahan seluas sekitar 0,25 hektare tersebut berhasil dikendalikan. (zi/jp). 

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes