BREAKING NEWS

Tampilkan postingan dengan label ragam daerah hss. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ragam daerah hss. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juli 2026

RF3 World Gelar Edukasi Kesehatan dan Perkenalkan Produk Terapi Hormon di Kandangan

KANDANGAN- RF3 World kembali menggelar kegiatan bertajuk Healthy, Beauty and Luxury di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Depot Rizki, Jalan Al Falah, tersebut menggabungkan edukasi kesehatan dengan sosialisasi produk terapi hormon yang dipasarkan perusahaan.

Sekitar 30 peserta mengikuti kegiatan yang merupakan pertemuan ketiga RF3 World di Kandangan. Jumlah peserta dibatasi menyesuaikan kapasitas ruangan agar penyampaian materi dan sesi diskusi berlangsung lebih efektif.

Dalam pemaparannya, penyelenggara mengajak masyarakat untuk mengutamakan upaya pencegahan penyakit melalui penerapan pola hidup sehat sebagai bagian dari menjaga kualitas kesehatan.

Branch Manager RF3 World Banjarmasin, Mr. Rizza, memperkenalkan produk terapi hormon berbentuk krim oles yang, menurutnya, bekerja melalui penyerapan pada kulit hingga masuk ke aliran darah. Ia menyebut, bahwa produk tersebut mengandung sejumlah bahan, antara lain tongkat ali, manjakani, aloe vera, pegagan, stem cell, serta berbagai vitamin.

Mr. Rizza juga menjelaskan, bahwa RF3 World merupakan perusahaan yang berbasis di Malaysia dan telah beroperasi selama sekitar 13 tahun. Menurutnya, perusahaan tersebut memiliki kantor di puluhan negara dan memasarkan produknya di sekitar 80 negara.

Selain memperkenalkan produk, kegiatan tersebut juga memaparkan program kemitraan (agency) yang ditawarkan perusahaan. Paket kemitraan dipasarkan seharga Rp1.500.000 dan mencakup dua boks produk.

Acara berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab bersama peserta. (ari/jp). 

Sabtu, 27 Juni 2026

Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Polres HSS Gelar Lomba Balogo Libatkan Masyarakat dan Dihadiri Bupati

KANDANGAN- Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar lomba balogo dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri Bupati HSS, H Syafrudin Noor, jajaran Forkopimda, unsur TNI-Polri, serta masyarakat.

Lomba balogo menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres HSS sebagai upaya mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan olahraga tradisional khas Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya Bupati H Syafrudin Noor, menyampaikan apresiasi kepada Polres HSS atas penyelenggaraan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres HSS yang telah menggelar berbagai kegiatan. Sebelumnya juga telah dilaksanakan lomba menimba, balap sepeda, tenis hingga bulu tangkis. Ini menjadi bukti kedekatan Polri dengan masyarakat," ujarnya.

Menurut Bupati, berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan HUT Bhayangkara, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

Ia juga menegaskan, Polri yang berdiri sejak 1946 memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran Polri, kata dia, memberikan rasa aman sekaligus menjadi garda terdepan dalam mencegah tindak kriminalitas.

Pada kesempatan itu, Bupati turut mengapresiasi Kapolres HSS yang merupakan alumni Pondok Pesantren Assalam Solo. Menurutnya, lembaga pendidikan pesantren tidak hanya melahirkan ulama, tetapi juga mampu mencetak pemimpin, aparat penegak hukum, tenaga medis, dan berbagai profesi lain yang memiliki bekal keimanan serta akhlak yang baik.

Bupati juga menilai penyelenggaraan lomba balogo merupakan langkah positif dalam menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal Kalimantan Selatan agar tetap dikenal dan diminati generasi muda.

"Meski pada waktu yang sama terdapat beberapa agenda pemerintahan, saya memilih hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan masyarakat," katanya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati HSS dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Pembukaan ditandai dengan pukulan balogo pertama bersama Kapolres HSS sebagai simbol dimulainya perlombaan.

Lomba balogo diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari semarak peringatan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta menjaga warisan budaya daerah agar terus lestari di tengah masyarakat. (ari/jp). 

Selasa, 23 Juni 2026

Kejari HSS Musnahkan 355 Barang Bukti dari 95 Perkara, Didominasi Kasus Narkotika

KANDANGAN- Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Selatan (HSS) memusnahkan barang bukti dari 95 perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) untuk periode November 2025 hingga Mei 2026, Selasa (23/6/2026). 

Kegiatan tersebut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan aparat pemerintah daerah terkait serta tamu undangan lainnya. 

Kepala Kejaksaan Negeri HSS, Normadi Elfajr, menyampaikan bahwa dari 95 perkara, sebanyak 71 kasus merupakan tindak pidana narkotika dan kesehatan. Selain itu, terdapat 3 perkara perjudian, 11 perkara kepemilikan senjata tajam, serta sejumlah perkara lain seperti penipuan dan penggelapan, pembunuhan, lingkungan hidup, penganiayaan, dan tindak pidana umum lainnya.

"Barang bukti yang dimusnahkan antara lain sabu seberat 79,64 gram, 18 butir obat-obatan terlarang, serta 1.440 butir Carnophen atau Zenith,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, turut dimusnahkan 11 bilah senjata tajam dan berbagai barang bukti lain. Secara keseluruhan, sebanyak 355 item barang bukti dimusnahkan dalam kegiatan tersebut.

Normadi menegaskan, pemusnahan barang bukti merupakan bentuk pelaksanaan putusan pengadilan sekaligus wujud transparansi penegakan hukum oleh kejaksaan.

"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa hukum ditegakkan secara konsisten. Ini juga bagian dari transparansi dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan kejaksaan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menjauhi berbagai bentuk tindak pidana, khususnya penyalahgunaan narkotika, perjudian, dan kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

"Kenali hukum, hindari hukuman. Kami mengajak masyarakat Hulu Sungai Selatan untuk menjauhi narkoba dan tindak kriminal serta mematuhi hukum yang berlaku,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten HSS menyatakan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum oleh Kejaksaan Negeri HSS melalui penguatan sinergi dan koordinasi guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di daerah. (ari/jp). 

Senin, 22 Juni 2026

Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Petani di Kalumpang HSS Menyerahkan Diri ke Polisi

KANDANGAN- Pelaku dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang petani di Desa Sirih Hulu, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, Senin (22/6/2026) sore.

Tersangka, Ahmad Kusasi (57), warga Desa Sirih Hulu RT. 002 RW. 001, Kecamatan Kalumpang, datang ke Polsek Kalumpang sekitar pukul 17.20 WITA didampingi sejumlah anggota keluarga dan tokoh masyarakat setempat.

Mereka yang turut mendampingi antara lain Salapudin, adik tersangka, Udin yang merupakan mantan Pembakal Desa Sirih, serta H. Sani selaku tokoh masyarakat.

Kapolsek Kalumpang, AKP Samsi menerima langsung kedatangan tersangka. Setelah menjalani pemeriksaan awal, Ahmad Kusasi kemudian dibawa ke Polres Hulu Sungai Selatan dan ditahan di Rumah Tahanan Polres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, Ahmad Kusasi diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia seorang petani bernama Nasrudin (64), warga Desa Sirih Hulu.

Peristiwa itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WITA di area kebun terong Desa Sirih Hulu RT. 002 RW. 001. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula dari perselisihan yang kemudian berujung perkelahian antara korban dan tersangka.

Dalam kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam. Warga sempat mengevakuasi Nasrudin ke RSUD H. Hasan Basry Kandangan untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Saat ini, kasus tersebut ditangani Polres Hulu Sungai Selatan bersama Polsek Kalumpang. Penyidik masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan motif di balik peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian memastikan proses penyidikan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan menyerahkan diri, tersangka kini berada dalam pengawasan aparat untuk menjalani seluruh tahapan proses hukum. (ari/jp). 

Petani di Kalumpang Tewas dengan Sejumlah Luka Senjata Tajam, Polisi Selidiki Dugaan Perkelahian

KANDANGAN- Seorang petani bernama Nasrudin (64), warga Desa Sirih Hulu, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam dalam peristiwa yang diduga dipicu perkelahian pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi di area kebun terong di Desa Sirih Hulu RT. 002 RW. 001, Kecamatan Kalumpang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kepolisian, sebelum kejadian Ahmad Kusasi berangkat menuju kebunnya untuk menanam pohon pisang dan sempat singgah di kebun milik seorang warga bernama Miarti.

Tak lama kemudian, korban Nasrudin datang dan ikut bergabung dalam percakapan. Namun, diduga terjadi perselisihan yang kemudian berujung pada perkelahian atau pergumulan di pinggir jalan kebun.

Dalam insiden tersebut, Ahmad Kusasi diduga melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan senjata tajam. Menyaksikan kejadian itu, Miarti segera meminta bantuan kepada saksi lainnya, Zainal Yasni alias Bandung, untuk melerai.

Saat kedua saksi mendatangi lokasi, korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan sejumlah luka akibat benda tajam. Warga kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Korban sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat dievakuasi dan dirujuk ke RSUD H Hasan Basry Kandangan. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter jaga RSUD H. Hasan Basry Kandangan, korban mengalami beberapa luka tusuk di bagian dada kiri, bawah ketiak kiri, perut kiri dan kanan, lengan kiri, serta luka gores pada telapak tangan kiri.

Menerima laporan kejadian tersebut, personel Polsek Kalumpang bersama Unit Jatanras, Unit Identifikasi, dan piket Satreskrim Polres Hulu Sungai Selatan langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Petugas melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melaksanakan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan noda darah yang diduga berkaitan dengan lokasi pertama korban mengalami luka-luka.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu lembar kaos berkerah bermotif garis biru abu-abu yang terdapat noda darah.

Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Penyidik telah meminta Visum et Repertum dari RSUD H. Hasan Basry Kandangan guna mendukung pengungkapan kasus.

Pihak kepolisian menyatakan akan terus mendalami peristiwa tersebut serta mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan pihak-pihak yang terlibat. (ari/jp). 

Sabtu, 20 Juni 2026

293 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Puncak Haul Guru Kapuh, Ribuan Jemaah Padati Simpur

KANDANGAN- Sebanyak 293 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan puncak pelaksanaan Haul Guru Kapuh di Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sabtu (20/6/2026) malam. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keamanan ribuan jemaah yang menghadiri kegiatan keagamaan tersebut.

Kasat Lantas Polres HSS, AKP Tugiyana, mengatakan pengamanan yang dilakukan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan haul yang telah memasuki hari ketiga sekaligus puncak acara.

"Untuk pengamanan hari ini, kami menurunkan sekitar 293 personel yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di kawasan Desa Kapuh dan sekitarnya,” ujar AKP Tugiyana.

Ia menjelaskan, area pengamanan dibagi menjadi empat zona, yakni Zona 1, Zona 2, Zona 3, dan Zona 4. Setiap zona diperkuat personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, Satpol PP, serta relawan.

Menurutnya, jumlah jemaah yang hadir pada puncak haul diperkirakan mencapai 10.000 hingga 15.000 orang. Kondisi tersebut membuat pengamanan dilakukan secara maksimal guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas jamaah.

"Personel telah disiagakan sejak pukul 15.00 Wita, baik dari unsur lalu lintas maupun personel lainnya sesuai arahan Kapolres HSS,” katanya.

Selain pengamanan di lokasi kegiatan, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas pada sejumlah jalur menuju Desa Kapuh untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memudahkan akses jamaah.

Polres HSS mengimbau seluruh jamaah agar mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga ketertiban, serta mengutamakan keselamatan selama mengikuti rangkaian Haul Guru Kapuh.

Dengan dukungan ratusan personel gabungan, pelaksanaan puncak haul diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga kegiatan berakhir. (ari/jp). 

Jumat, 19 Juni 2026

Polres HSS Gelar Bakti Religi di Masjid Nurul Ubudiyyah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

KANDANGAN- Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar kegiatan Bakti Religi di Masjid Nurul Ubudiyyah, Desa Baluti, Kecamatan Kandangan, Jum'at (19/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, kegiatan tersebut diikuti Kapolres HSS beserta Ketua Bhayangkari Cabang HSS, Wakapolres HSS, para pejabat utama, personel Polres HSS, ASN Polri, dan anggota Bhayangkari.

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin Wakapolres HSS, kemudian dilanjutkan kerja bakti membersihkan lingkungan masjid. Dalam kesempatan itu, Polres HSS juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan kebersihan dan tali asih kepada pengurus Masjid Nurul Ubudiyyah.

Bantuan yang diberikan meliputi 10 gulung karpet, lima sapu lantai, empat serok sampah, lima pel peras, dan dua unit tong sampah untuk menunjang kebersihan serta kenyamanan jamaah dalam beribadah.

Kapolres HSS melalui Kasi Humas AKP Purwadi, mengatakan kegiatan Bakti Religi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan dengan warga melalui aksi sosial di lingkungan tempat ibadah.

"Melalui kegiatan ini, Polri ingin hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini juga menjadi wujud pengabdian Polri sesuai tema Hari Bhayangkara ke-80, yakni Polri untuk Masyarakat,” kata AKP Purwadi.

Ia menambahkan, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Polsek jajaran di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (ari/jp). 

Rabu, 17 Juni 2026

Kapolres HSS Targetkan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh Berjalan Aman dan Lancar

KANDANGAN- Pengamanan pelaksanaan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh mulai dimatangkan. Panitia bersama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), TNI-Polri, relawan, dan instansi terkait menggelar Tactical Wall Game (TWG) di Aula Rupatama LMP Tinggiran, Selasa (17/6/2026), sebagai langkah menyatukan pola koordinasi dan strategi pengamanan.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan haul yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 malam berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah perkiraan membludaknya jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan maupun luar provinsi.

Hadir dalam kegiatan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda HSS, H Zulkifli, Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam, Kepala Dinas Perhubungan HSS H Tajiddin Noor, unsur TNI-Polri, organisasi perangkat daerah terkait, serta relawan haul.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda HSS, H Zulkifli, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak mengingat tingginya jumlah jemaah yang diperkirakan hadir. Menurutnya, berbagai aspek harus dipersiapkan secara matang, mulai dari rekayasa lalu lintas, pengamanan, layanan kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

"Seluruh unsur yang terlibat harus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing agar pelaksanaan haul dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Umum Haul ke-5 Abah Guru Kapuh, H Sukeran, menekankan bahwa keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada kesiapan dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat. Ia menyebut seluruh pengambilan keputusan di lapangan nantinya akan terpusat melalui Posko Induk sebagai pusat komando dan koordinasi.

"Kolaborasi yang baik sangat diperlukan agar setiap persoalan yang muncul dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” katanya.

Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam berharap seluruh personel dan pihak terkait terus menjaga sinergi serta menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing demi kelancaran kegiatan.

"Mari bekerja sama dengan baik sesuai tugas masing-masing. Dengan kebersamaan, insya Allah kegiatan ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Melalui Tactical Wall Game tersebut, seluruh unsur pengamanan dan pendukung kegiatan diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait tugas, peran, serta mekanisme koordinasi di lapangan, sehingga pelaksanaan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh dapat berlangsung sukses dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah. (ari/jp). 

Rabu, 03 Juni 2026

Anggota Komisi III DPRD HSS Dukung Evaluasi Pimpinan BGN, Dorong Penguatan Program MBG

KANDANGAN- Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Surya Rizani, mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Surya, evaluasi dalam pemerintahan merupakan mekanisme yang wajar dan diperlukan untuk memastikan program-program prioritas nasional berjalan secara efektif serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

"Kami menghormati keputusan Presiden Prabowo melakukan evaluasi dan penyegaran kepemimpinan BGN. Evaluasi merupakan hal yang wajar dan diperlukan untuk memastikan setiap program prioritas nasional berjalan semakin baik,” ujar Surya, Rabu (3/6/2026).

Ia menilai, BGN perlu lebih menitikberatkan perhatian pada kualitas layanan dan hasil program, bukan semata-mata pada pencapaian target jumlah penerima manfaat.

Menurutnya, keberhasilan Program MBG harus diukur dari dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil.

"Keberhasilan Program MBG tidak hanya dilihat dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari perbaikan status gizi anak, penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu hamil, serta kualitas generasi masa depan Indonesia,” katanya.

Surya juga mendorong BGN untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari DPR, pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha pangan, hingga masyarakat sipil.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program strategis nasional tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Program sebesar MBG membutuhkan kolaborasi yang kuat agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat,” ujarnya.

Sebagai Anggota DPRD HSS, Surya menegaskan pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif guna memastikan Program MBG terlaksana sesuai tujuan, yakni menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing.

Ia berharap, penyegaran kepemimpinan di BGN mampu menghadirkan perbaikan tata kelola program sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program MBG.

"Semoga kepemimpinan baru di BGN dapat membawa semangat perbaikan, memperkuat kepercayaan publik, serta mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (ari/jp). 

Selasa, 02 Juni 2026

Operasi Antik Intan 2026, Polres HSS Bongkar 20 Kasus Narkoba dan Ringkus 24 Tersangka

KANDANGAN- Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) mengungkap 20 kasus tindak pidana narkotika dan psikotropika selama pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026. Capaian tersebut meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat sembilan laporan polisi.

Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam, mengatakan seluruh target operasi yang ditetapkan Polda Kalimantan Selatan berhasil diungkap. Keberhasilan itu merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran Polres HSS, termasuk Polsek yang dilibatkan melalui surat perintah khusus selama operasi berlangsung.

"Alhamdulillah, seluruh target operasi yang diberikan Polda berhasil kami ungkap. Jika dibandingkan tahun 2025, capaian tahun ini meningkat lebih dari 100 persen, baik dari jumlah laporan polisi maupun jumlah tersangka,” ujar Kapolres, Selasa (2/6/2026). 

Dari 20 laporan polisi yang ditangani, polisi menetapkan 24 orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya merupakan target operasi yang telah ditetapkan Polda dan seluruhnya berhasil diamankan.

Selain melakukan penegakan hukum terhadap pengedar, Polres HSS juga menerapkan pendekatan rehabilitasi bagi pengguna narkotika. Berdasarkan hasil asesmen dan gelar perkara bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), dua kasus diputuskan untuk diselesaikan melalui program rehabilitasi.

"Kami membedakan antara pengedar dan pengguna. Jika hasil asesmen menunjukkan seseorang hanya sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan narkotika, maka yang bersangkutan dapat direhabilitasi,” jelasnya.

Berdasarkan data pengungkapan, Polsek Kandangan Kota menjadi wilayah dengan jumlah laporan polisi terbanyak, yakni empat kasus. Sementara itu, wilayah Daha Selatan tercatat sebagai lokasi dengan barang bukti narkotika terbanyak yang berhasil diamankan.

Ia menjelaskan, pola peredaran narkotika saat ini mengalami perubahan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Praktik penyediaan lokasi khusus untuk mengonsumsi narkotika yang pernah ditemukan di kawasan perbatasan Loksado dan Hulu Sungai Tengah kini sudah tidak lagi ditemukan.

"Modus yang berkembang saat ini adalah membeli narkotika dari kabupaten tetangga, kemudian dipecah menjadi paket-paket kecil dan dijual kembali kepada konsumen dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan paket narkotika yang dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu untuk sekali konsumsi. Para pelaku juga memanfaatkan jasa kurir untuk mendistribusikan barang haram tersebut kepada pembeli.

Polisi memastikan tidak ada tersangka yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), pegawai honorer maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Mayoritas pelaku yang diamankan tidak memiliki pekerjaan tetap dan berperan sebagai kurir maupun pengedar.

Kapolres menegaskan pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas utama di wilayah hukum Polres HSS. Untuk memperkuat penindakan, seluruh unit Reskrim Polsek diberikan kewenangan melakukan pengungkapan kasus narkotika.

"Kebijakan ini kami ambil agar seluruh personel serius memerangi peredaran narkoba. Siapa pun boleh melakukan penangkapan selama masih berada di wilayah hukum Polres HSS,” tegasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba karena dampaknya sangat merugikan, baik dari sisi kesehatan, ekonomi maupun masa depan keluarga.

"Percayalah, narkoba tidak pernah membawa keuntungan. Dampaknya akan merusak diri sendiri dan berimbas kepada anak cucu kita. Karena itu, jauhilah narkoba demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (ari/jp). 

Jumat, 29 Mei 2026

Mutasi Perwira, Kapolres HSS Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Anggota Terlibat Narkoba

KANDANGAN- Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat perwira di halaman Mapolres HSS, Jum'at (29/5/2026).

Upacara dipimpin langsung Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam dan dihadiri para pejabat utama, kapolsek jajaran, serta personel Polres HSS.

Dalam sertijab tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian. Jabatan Kabag Ren Polres HSS diserahterimakan dari AKP Muh Jazuri kepada AKP Wahid Suyoso. Sementara posisi Kabag Log berpindah dari AKP Suwito kepada AKP Rizky Bagus Riswanto.

Pergantian juga terjadi pada jabatan Kasat Lantas Polres HSS. AKP Rachmat Endro Suprapto yang telah menjabat selama 1 tahun 3 bulan mendapat tugas baru sebagai PS Kasi Tatib Subditgakkum Ditlantas Polda Kalimantan Selatan. Posisi tersebut kini diisi AKP Tugiyana.

Selain itu, Kapolsek Sungai Raya, IPTU Saiful Fakri mendapat promosi sebagai Kasat Lantas Polres Hulu Sungai Tengah (HST). Jabatan Kapolsek Sungai Raya selanjutnya dipercayakan kepada IPTU Teguh Prasetyo yang sebelumnya menjabat Kapolsek Daha Selatan.

Mutasi lainnya yakni jabatan Kasi Propam dari IPTU Bahrudin Syaepulloh kepada IPTU Wahyono. Sedangkan jabatan Kapolsek Daha Selatan kini diemban IPTU Chandra Surya Putra dan Kapolsek Simpur dijabat IPDA Purbo Caroko HD.

Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam, mengatakan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan bentuk penyegaran di lingkungan Polri.

Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan karakteristik dan dinamika wilayah tugas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai dinamika wilayah HSS. Laporkan setiap perkembangan dan permasalahan di lapangan agar dapat diselesaikan bersama-sama,” ujar Kapolres.

Dalam arahannya, Kapolres juga menegaskan pentingnya menjaga disiplin dan integritas dalam pelaksanaan tugas. Ia menekankan tidak ada toleransi bagi personel yang terlibat penyalahgunaan narkotika. (ari/jp). 

Rabu, 22 April 2026

TMMD ke-128 Hadirkan Baksos di Pantai Ulin, 100 Paket Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis Disalurkan

KANDANGAN- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 menghadirkan kegiatan bakti sosial (baksos) bagi warga Desa Pantai Ulin, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang digelar TNI bersama pemerintah daerah ini menyasar masyarakat kurang mampu dengan sejumlah bantuan dan layanan gratis. Baksos tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak stunting, pembagian sembako, serta pasar murah.

Sebanyak 15 anak stunting menerima PMT sebagai bagian dari upaya perbaikan gizi. Sementara itu, 100 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan pasar murah yang menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, seperti minyak goreng Rp17.000 per liter, gula pasir Rp18.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, garam Rp2.000 per bungkus, dan telur ayam Rp29.000 per kilogram.

Komandan Kodim 1003/HSS, Letkol Inf Ading Priyantoko, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu meringankan beban masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu secara langsung, baik dari sisi kesehatan maupun kebutuhan ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, baksos dalam TMMD ke-128 menjadi wujud sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan warga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (ari/jp). 

Yonif TP 829/Bumi Antaludin Dukung TMMD ke-128 di HSS, Kerahkan 72 Personel

KANDANGAN- Komandan Batalyon Infanteri TP 829/Bumi Antaludin, Letkol Inf Deky Febrianto, S.Hub.Int., M.H.I., menghadiri pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu (22/4/2026). 

Kegiatan TMMD tersebut dibuka sebagai bagian dari operasi bakti TNI untuk mempercepat pembangunan di wilayah, khususnya dalam mendukung pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komandan Kodim 1003/HSS, Letkol Inf Ading Priyotantoko, menyampaikan bahwa pada TMMD ke-128 ini terdapat sasaran fisik berupa peningkatan infrastruktur jalan di Desa Pantai Ulin, Kecamatan Simpur, sepanjang sekitar 1.000 meter. Pekerjaan meliputi perbaikan, pengerasan, hingga semenisasi jalan.

"Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta mendukung sektor pertanian dan perekonomian warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek tersebut merupakan usulan masyarakat yang telah disetujui pemerintah daerah bersama DPRD pada tahun sebelumnya dan direalisasikan melalui program TMMD tahun ini.

Sementara itu, Letkol Inf Deky Febrianto, menegaskan dukungan penuh Yonif TP 829/Bumi Antaludin terhadap pelaksanaan TMMD ke-128. Pihaknya mengerahkan 72 personel untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut sesuai perintah Korem 101/Antasari.

"Kami mendukung penuh pelaksanaan TMMD ini. Sebanyak 72 personel kami turunkan untuk membantu kegiatan di lapangan agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ia berharap, seluruh rangkaian TMMD ke-128 di Kabupaten HSS dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (ari/jp). 

Sabtu, 11 April 2026

Yonif 829/Bumi Antaludin Panen Raya Cabai di HSS, Produksi Ditargetkan Capai 2,5 Ton

KANDANGAN- Batalyon Infanteri (Yonif) TP 829/Bumi Antaludin menggelar panen raya cabai keriting di Desa Madang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), sebagai bagian dari program ketahanan pangan, Sabtu (11/4/2026). 

Komandan Yonif 829 menyampaikan, budidaya cabai keriting dilakukan di lahan seluas 1,2 hektare. Hingga saat ini, panen telah memasuki tahap ke-12 dengan total produksi mencapai sekitar 1,7 ton.

"Panen sudah berjalan hingga tahap ke-12. Kami perkirakan masih ada sekitar lima kali panen lagi, dengan target total produksi mencapai 2,5 ton,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan pertanian di Yonif 829 tidak hanya terfokus pada cabai. Satuan tersebut memiliki Kompi Pertanian yang terbagi dalam beberapa peleton, meliputi tanaman padi dan palawija, buah dan sayur, serta tanaman industri.

"Saat ini, untuk sektor buah dan sayur, kami memprioritaskan pengembangan cabai keriting, khususnya di wilayah ini,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengapresiasi kontribusi Yonif 829 dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Program ini dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah.

"Kami bersyukur dan bangga. Ini bukti konkret sinergi dalam memperkuat ketahanan pangan. Cabai merupakan komoditas strategis yang juga berpengaruh terhadap inflasi daerah,” ujar Kadis Pertanian HSS, Hj Lutfiana. 

Disebutkan, harga cabai saat ini relatif stabil, salah satunya didukung oleh pengelolaan demplot pertanian yang optimal. Hal ini menjadi indikator bahwa sektor hortikultura di daerah berjalan dengan baik.

Ke depan, Pemkab HSS membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Yonif 829, terutama dalam pengembangan komoditas jagung. Pemasaran hasil pertanian seperti jagung, padi, dan kedelai juga telah didukung melalui penyerapan oleh Bulog dengan harga yang telah ditetapkan, sehingga memberikan kepastian bagi petani.

Melalui sinergi tersebut, ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan. (ari/jp). 

Sabtu, 04 April 2026

Yonif 829/Bumi Antaludin Gelar Coffee Morning, Perkuat Sinergi TNI, Pemda, dan Pers di HSS

KANDANGAN- Batalyon Infanteri (Yonif) 829/Bumi Antaludin menggelar coffee morning bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, dan insan pers di Lapangan Tembak Madang, Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan yang dipimpin Komandan Yonif 829, Letkol Inf Deky Febrianto itu bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi lintas sektor di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Dalam sambutannya Danyonif Letkol Inf Deky Febrianto, menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan guna mendukung pembangunan daerah.

"Sinergitas yang kuat menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia menegaskan, Yonif 829 berkomitmen hadir di tengah masyarakat serta berperan aktif dalam menjawab berbagai persoalan di wilayah.

Menurutnya, coffee morning tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang diskusi terbuka untuk menyamakan persepsi dalam menjaga kondusivitas daerah.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan program satuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sekaligus bentuk transparansi kepada publik melalui media.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah isu strategis yang dibahas, di antaranya peran pemuda dalam bela negara, penanganan bencana, serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (ari/jp). 

Kamis, 26 Maret 2026

Polres HSS Ungkap Kasus Penusukan Maut, Pelaku Ditangkap Usai Kabur ke Kabupaten Banjar

KANDANGAN- Kepolisian Resor Hulu Sungai Selatan (Polres HSS) mengungkap kasus kekerasan yang berujung kematian dalam waktu singkat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jum'at, 20 Maret 2026, dan sempat menggegerkan masyarakat setempat.

Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam, menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban Ruslan dan pelaku AR bersama sejumlah rekannya berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras. Dalam kondisi tersebut, terjadi kesalahpahaman yang memicu aksi kekerasan.

"Pelaku melakukan penusukan terhadap korban,” ujar Kapolres, di hadapan awak media, Kamis (26/3/2026). 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami dua luka tusuk di bagian perut sebelah kiri dan satu luka tusuk di bawah dagu. Luka terakhir terjadi saat korban diduga berusaha melerai pertikaian.

Korban sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Awalnya, kasus ini ditangani sebagai tindak pidana penganiayaan. Namun, setelah korban meninggal, status perkara ditingkatkan menjadi penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pelaku yang sempat melarikan diri ke wilayah Kabupaten Banjar akhirnya berhasil ditangkap dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres menegaskan, pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian juga mengantisipasi potensi konflik lanjutan, mengingat pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan pertemanan. Langkah preventif dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, khususnya terkait maraknya kebiasaan membawa senjata tajam dan konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu tindak kekerasan.

Polres HSS mengimbau masyarakat untuk tidak membawa senjata tajam tanpa kepentingan jelas serta menghindari perilaku yang dapat memicu konflik.

Di akhir keterangannya, Kapolres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan. (ari/jp). 

Jumat, 06 Maret 2026

Operasi Sikat Intan 2026, Polres HSS Ungkap 23 Kasus dan Amankan 33 Tersangka

KANDANGAN- Kepolisian Resor Hulu Sungai Selatan (Polres HSS) mengungkap 23 kasus tindak pidana dengan 33 tersangka selama pelaksanaan Operasi Sikat Intan 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 20 Februari hingga 5 Maret 2026.

Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam, mengatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang hingga selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

"Operasi Sikat Intan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman,” ujar AKBP Awaluddin Syam di hadapan awak media saat konferensi pers, di aula mapolres setempat, Jum'at (6/3/2026). 

Ia menjelaskan, aktivitas masyarakat yang meningkat selama Ramadan berpotensi memicu berbagai tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas lainnya.

Selama operasi berlangsung, Polres HSS berhasil mengungkap 23 perkara dengan total 33 tersangka. Rinciannya, empat perkara mabuk di tempat umum dengan 10 tersangka, tujuh perkara narkotika dengan sembilan tersangka, empat perkara kepemilikan senjata tajam dengan empat tersangka, serta empat perkara pencurian dengan pemberatan dengan empat tersangka.

Selain itu, polisi juga mengungkap satu perkara pencurian biasa dengan satu tersangka, satu perkara penipuan dan penggelapan dengan satu tersangka, serta dua perkara penjualan minuman keras tanpa izin dengan empat tersangka.

Kapolres menambahkan, dari total tersangka yang diamankan, empat orang merupakan target operasi (TO), sedangkan 29 lainnya merupakan non target operasi (Non TO).

"Jika dibandingkan dengan Operasi Sikat Intan tahun lalu, jumlah perkara mengalami penurunan dua kasus, namun jumlah tersangka meningkat delapan orang,” jelasnya. (ari/jp). 

Jumat, 06 Februari 2026

Empat Pejabat Struktural Kejari HSS Resmi Dilantik, Kajari Tekankan Integritas dan Profesionalisme

KANDANGAN- Sebanyak empat pejabat struktural di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Selatan (HSS) resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan kinerja institusi.

Pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung oleh Kepala Kejari HSS, Rustandi Gustawirya, dan dihadiri seluruh pegawai Kejari HSS, berlangsung khidmat di Aula Adhyaksa Kejari HSS, Jum'at (6/2/2026).

Adapun pejabat yang dilantik, yakni Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari HSS dijabat oleh Bayu Indra Sukma, sebelumnya bertugas di Kejari Kepulauan Anambas.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Tipidum) diemban oleh Lalu Iriawan Suyadi, sebelumnya bertugas di Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) dijabat oleh Robin Pratama Hutagalung, sebelumnya bertugas di Kejaksaan Negeri Sanggau.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) ditempati oleh Joni Eko Waluyo, sebelumnya bertugas di Kejaksaan Negeri Dompu.

Dalam kesempatan tersebut, Rustandi Gustawirya, menegaskan bahwa para pejabat struktural yang baru dilantik wajib menjalankan tugas dan amanah dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta menjunjung tinggi integritas sesuai aturan dan prinsip Tri Krama Adhyaksa, yakni Satya, Adhi, dan Wicaksana.

Rustandi Gustawirya juga mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa menjaga integritas sebagai fondasi utama dalam penegakan hukum dan pelaksanaan tugas.

"Dengan integritas, kita berupaya mewujudkan Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang bersih, adil, dan terpercaya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, rotasi dan pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi sebagai bagian dari penyegaran, pengembangan karier, serta peningkatan kinerja institusi. (ari/jp). 

Kamis, 05 Februari 2026

Operasi Jaran Intan 2026, Polres HSS Amankan Sejumlah R2 dan R4

KANDANGAN- Kepolisian Resor Hulu Sungai Selatan (Polres HSS) mengamankan sejumlah barang bukti kendaraan bermotor roda dua (R2) dan roda empat (R4) dalam pelaksanaan Operasi Jaran Intan Tahun 2026.

Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam, S.I.K., M.M. mengatakan bahwa hasil operasi tahun ini terbilang istimewa karena Polres HSS untuk pertama kalinya berhasil mengamankan kendaraan roda empat dalam jumlah cukup banyak.

"Pada Operasi Jaran Intan 2026 ini kami mengamankan empat unit R4. Biasanya hasil operasi didominasi kendaraan roda dua. Dari seluruh barang bukti, satu unit R2 dan satu unit R4 telah dilengkapi laporan polisi,” ujar Kapolres HSS saat konferensi pers.

Selain kendaraan yang telah memiliki laporan polisi, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan hasil temuan. Kapolres berharap kendaraan tersebut dapat segera dikembalikan kepada pemiliknya.

"Untuk salah satu kendaraan roda empat sudah diketahui pemiliknya dan akan segera kami serahkan. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan agar segera melapor ke Polres HSS,” katanya.

Dalam konferensi pers tersebut, Polres HSS menampilkan barang bukti berupa tiga unit R2 dan empat unit R4. Operasi Jaran Intan dilaksanakan selama 12 hari dengan sasaran kendaraan bermotor bermasalah, baik roda dua, roda empat, maupun roda enam.

Selama operasi berlangsung, polisi juga mengungkap satu kasus pencurian kendaraan bermotor roda empat yang terjadi di sebuah showroom di wilayah hukum Polres HSS. Kasat Reskrim Polres HSS menjelaskan, kasus tersebut berhasil diungkap dalam waktu singkat meskipun pelaku sempat melarikan diri lintas wilayah.

"Tersangka sempat kabur ke wilayah hukum Polres Seruyan, Kalimantan Tengah. Alhamdulillah berhasil kami amankan. Pengungkapan ini dilakukan lintas wilayah Polda,” tegasnya.

Dari hasil penyelidikan, modus pelaku yakni berpura-pura datang ke showroom, kemudian memanfaatkan kunci duplikat yang tersimpan di dashboard kendaraan. Setelah berhasil menyalakan mobil, pelaku membawa kabur kendaraan dan menyimpannya di wilayah Polres tetangga sebelum melarikan diri ke Kalimantan Tengah.

Selain kendaraan hasil kejahatan tersebut, polisi juga mengamankan dua unit mobil lainnya, masing-masing Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, yang hingga kini belum diketahui pemiliknya. Sementara satu unit Honda Brio diketahui berstatus kredit macet, dan satu unit kendaraan double cabin masih digunakan sebagai barang bukti karena proses penyidikan masih berjalan.

Ia menambahkan, salah satu tersangka merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor yang sebelumnya menjalani hukuman di Lapas Teluk Dalam, Banjarmasin.

"Setelah bebas, yang bersangkutan kembali melakukan tindak pidana dan langsung kami proses sesuai hukum. Sesuai ketentuan KUHAP terbaru, tersangka tidak lagi ditampilkan ke publik,” jelasnya.

Terkait jaringan pelaku, polisi memastikan bahwa kasus curanmor yang diungkap masih bersifat perorangan dan belum mengarah pada sindikat terorganisir.

Menutup konferensi pers, Kapolres HSS mengimbau masyarakat agar tidak membeli kendaraan tanpa kelengkapan surat resmi.

"Membeli kendaraan tanpa surat sama dengan membuka peluang terjadinya pencurian kendaraan bermotor. Mari bersama-sama menutup celah curanmor dengan hanya membeli kendaraan yang sah dan lengkap surat-suratnya,” pungkas Kapolres. (ari/jp). 

Jumat, 23 Januari 2026

Rekonstruksi Pembunuhan dengan Pemenggalan Kepala Digelar 50 Adegan, 12 Saksi Dihadirkan

KANDANGAN- Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dengan pemenggalan kepala yang terjadi di Desa Ulang, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Jum'at (23/1/2026).

Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik memperagakan sebanyak 50 adegan yang dilakukan langsung oleh tersangka dan disaksikan oleh 12 orang saksi.

Rekonstruksi digelar untuk memperjelas rangkaian peristiwa serta memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan perkara tersebut.

Pihak keluarga korban menyatakan bahwa adegan-adegan yang diperagakan sesuai dengan kejadian yang mereka saksikan. Meski demikian, keluarga menegaskan sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Kami dari keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres. Tindakan ini adalah tindakan luar biasa, dan kami berharap pihak sebelah menjaga etika, jangan sampai melukai perasaan keluarga korban,” ujar perwakilan keluarga korban.

Keluarga korban juga menyinggung kondisi korban, di mana bagian kepala dan tubuh korban ditemukan terpisah selama kurang lebih empat hari. Hingga kini, menurut keluarga, hal tersebut belum dijelaskan secara rinci ke publik. Oleh karena itu, mereka meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum proses persidangan berlangsung.

"Pembuktian nanti ada di persidangan. Jangan dulu berkesimpulan bahwa pelaku yang ada ini bukan pelakunya. Kami melihat sendiri, pelaku baru berhasil diamankan setelah berbulan-bulan dan melalui pemanggilan berkali-kali,” lanjutnya.

Terkait kemungkinan penyelesaian secara adat, keluarga korban menegaskan bahwa untuk sementara waktu proses hukum tetap menjadi prioritas utama.

“Apapun upaya dari pihak pelaku, termasuk permintaan penyelesaian secara adat, sementara ini kita selesaikan dulu secara hukum. Semua keberatan silakan disampaikan di persidangan,” tegasnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum tersangka Ardan yang diketuai oleh H Dedi Supardi turut menyaksikan langsung jalannya rekonstruksi tersebut.

"Kami mengikuti dan menyaksikan seluruh rangkaian rekonstruksi. Adegan-adegan yang diperagakan merupakan versi penyidik berdasarkan hasil penyidikan,” ujar Dedi Supardi.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya tidak mengajukan bantahan dalam pelaksanaan rekonstruksi. Namun demikian, apabila ke depan ditemukan ketidaksesuaian dengan data yang dimiliki tim kuasa hukum, maka langkah hukum lanjutan akan ditempuh.

"Jika nanti ada hal yang tidak sesuai dengan data kami, kemungkinan akan kami ajukan secara tertulis, termasuk opsi praperadilan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres HSS, IPTU May Pelly Manurung, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian rekonstruksi yang terdiri dari 50 adegan dan disaksikan 12 saksi tersebut sepenuhnya berdasarkan hasil penyidikan.

"Semua adegan dalam rekonstruksi ini berdasarkan hasil penyidikan penyidik. Apabila nantinya terdapat keberatan dari pihak mana pun, silakan disampaikan dalam persidangan,” jelasnya. (ari/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes