PURUK CAHU- Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) menggelar pelatihan budidaya jamur tiram dan produk olahannya di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mura, Rabu (7/10/2026).
Pelatihan tersebut dibuka langsung Kepala Diskop UKM dan Perindag Mura, Roy Chahyadi. Kegiatan ini menyasar masyarakat umum, khususnya kelompok tani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha baru.
Roy Chahyadi mengatakan, pertumbuhan UMKM di Kabupaten Murung Raya saat ini cukup pesat, terutama pada sektor usaha mikro. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan pelaku usaha agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
"Pertumbuhan UMKM di Kabupaten Murung Raya saat ini sangat besar, terutama usaha mikro. Oleh sebab itu, Diskop UKM dan Perindag Mura melalui bidang Koperasi dan UMKM menggelar pelatihan budidaya jamur dan produk olahan jamur,” kata Roy.
Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam membudidayakan jamur tiram, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi dari pengolahan hasil budidaya.
"Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, motivasi, serta kemampuan dalam mengelola keuangan, baik pemasukan maupun pengeluaran dalam berwirausaha. Selain itu, juga meningkatkan kepercayaan diri untuk menjalankan maupun memulai usaha,” jelasnya.
Roy berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara aktif dan mampu menyerap pengetahuan yang diberikan. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang dan dinamis.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM, Andrie Ucan Kukui, dalam laporannya mengatakan jamur tiram dipilih sebagai salah satu komoditas pelatihan karena memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Selain memiliki kandungan gizi, jamur tiram juga dapat diolah menjadi beragam produk pangan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
"Budidaya jamur tiram mudah dilakukan karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan dapat dikembangkan dalam skala rumah tangga maupun usaha,” kata Andrie.
Namun, lanjutnya, keberhasilan budidaya jamur tiram sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan, mulai dari penyiapan media tanam, pemeliharaan, pengendalian kondisi lingkungan, hingga proses pemanenan dan penanganan hasil.
Karena itu, pelatihan diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada peserta mengenai teknik dasar budidaya jamur tiram sekaligus keterampilan mengolahnya menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Peserta pelatihan berasal dari kelompok tani binaan Dinas Pertanian dan Perikanan Mura serta para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Murung Raya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan bimbingan dari tenaga ahli di bidang budidaya jamur. Peserta juga mengikuti praktik langsung, mulai dari proses pembuatan media tanam hingga pemeliharaan dan pemanenan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga mampu mengembangkan jamur tiram sebagai peluang usaha baru yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat. (maya/jp).




























